Sistem Pengaman dan Keselamatan Kendaraan
Sistem pengaman dan keselamatan kendaraan merupakan bagian penting dari sistem kelistrikan dan keselamatan berkendara. Sistem ini berfungsi melindungi pengemudi, penumpang, serta komponen kendaraan dari risiko kecelakaan dan kerusakan akibat gangguan listrik.
Pengertian Sistem Pengaman dan Keselamatan Kendaraan
Sistem pengaman dan keselamatan adalah rangkaian komponen kendaraan yang dirancang untuk mencegah kecelakaan, mengurangi dampak kecelakaan, serta melindungi sistem kelistrikan dari kerusakan.
Dalam pembelajaran SMK otomotif, sistem ini menjadi kompetensi penting karena berhubungan langsung dengan keselamatan kerja dan keselamatan berkendara.
---Fungsi Sistem Pengaman Kendaraan
- Memberi peringatan kepada pengguna jalan lain
- Melindungi sistem kelistrikan dari arus berlebih
- Meningkatkan keselamatan pengemudi dan penumpang
- Mencegah kerusakan komponen akibat korsleting
Komponen Sistem Pengaman dan Keselamatan
1. Klakson (Horn)
Klakson berfungsi sebagai alat peringatan suara untuk memberi tanda kepada pengguna jalan lain. Klakson bekerja dengan memanfaatkan arus listrik dari aki yang diubah menjadi getaran suara.
2. Sekring (Fuse)
Sekring berfungsi sebagai pengaman rangkaian listrik dengan cara memutus arus listrik ketika terjadi arus berlebih atau korsleting.
3. Relay
Relay berfungsi sebagai saklar elektromagnetik yang menghubungkan dan memutus arus listrik besar dengan arus kecil.
4. Sistem Keselamatan Tambahan
Pada kendaraan modern, sistem keselamatan berkembang menjadi sistem elektronik seperti airbag, ABS, dan sensor keselamatan.
---Cara Kerja Sistem Pengaman Kendaraan
Saat terjadi gangguan pada rangkaian listrik, sekring akan putus untuk mencegah kerusakan komponen lain. Klakson bekerja saat saklar ditekan dan arus listrik mengalir menuju horn.
Relay membantu mengamankan rangkaian dengan mengurangi beban pada saklar utama.
---Gangguan Umum pada Sistem Pengaman
Beberapa gangguan yang sering ditemui dalam praktik bengkel SMK antara lain:
- Klakson tidak berbunyi
- Sekring sering putus
- Relay rusak
- Kabel atau konektor longgar
Pemeriksaan gangguan dilakukan dengan multimeter dan pengecekan visual.
---Penerapan Sistem Pengaman dalam Pembelajaran SMK
Dalam pembelajaran SMK otomotif, siswa dilatih untuk memeriksa, mengganti, dan memperbaiki komponen sistem pengaman kendaraan.
Praktik ini bertujuan agar siswa memahami pentingnya keselamatan kerja dan mampu menerapkannya di dunia industri.
---Keselamatan Kerja dalam Sistem Pengaman
Keselamatan kerja wajib diterapkan saat bekerja pada sistem pengaman. Siswa harus mematikan kontak dan melepas aki sebelum melakukan perbaikan.
- Gunakan APD sesuai standar
- Pastikan arus listrik dalam kondisi aman
- Ikuti SOP bengkel
Penutup
Sistem pengaman dan keselamatan kendaraan memiliki peran penting dalam menjaga keamanan berkendara dan melindungi komponen kendaraan. Dengan memahami sistem ini, siswa SMK otomotif akan lebih siap menjadi teknisi yang profesional dan bertanggung jawab.
0 Komentar
TERIMAKASIH,,
BERIKANLAH KOMENTAR YANG MEMBANGUN