Explore Dunia Otomotif SMK Amal Bakti Jatimulyo: Pembelajaran TKR dari Dasar hingga Industri

Explore Dunia Otomotif SMK Amal Bakti: Pembelajaran TKR, Praktik Bengkel, dan Industri Otomotif

Explore Dunia Otomotif SMK Amal Bakti: Pembelajaran TKR, Praktik Bengkel, dan Industri Otomotif

Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) | SMK Amal Bakti Jatimulyo

Praktik dan kunjungan industri otomotif SMK Amal Bakti
Pendidikan otomotif SMK memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap menghadapi kebutuhan industri kendaraan modern. Di tengah perkembangan teknologi otomotif yang semakin pesat, siswa dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai praktik nyata di bengkel dan industri.

SMK Amal Bakti melalui Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) berkomitmen menghadirkan pembelajaran otomotif yang relevan dengan dunia kerja. Mulai dari pembelajaran dasar mesin, sistem kelistrikan kendaraan, hingga pengenalan teknologi otomotif modern dan industri berskala global.

Apa Itu Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR)

Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) merupakan kompetensi keahlian di SMK yang mempelajari perawatan, perbaikan, serta sistem kerja kendaraan roda empat. Di SMK Amal Bakti, TKR dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan teknis, sikap profesional, dan kesiapan kerja industri.

  • Dasar mesin otomotif
  • Sistem bahan bakar dan pembakaran
  • Sistem kelistrikan kendaraan
  • Sistem pemindah tenaga
  • Chassis, kemudi, dan suspensi

Praktik Bengkel Otomotif Siswa TKR

Pembelajaran otomotif di SMK Amal Bakti tidak lepas dari praktik bengkel. Siswa dilatih melakukan berbagai pekerjaan otomotif sesuai standar industri.

  • Tune up mesin kendaraan
  • Pemeriksaan dan servis sistem rem
  • Pemeriksaan sistem kemudi dan suspensi
  • Pemeriksaan sistem kelistrikan kendaraan
  • Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

Visit Industri ke PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia

Pada tanggal 28 April 2025, siswa Jurusan TKR SMK Amal Bakti melaksanakan kunjungan industri ke PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di Cikarang, Jawa Barat.

Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai proses produksi kendaraan modern, mulai dari perakitan bodi, penggunaan robot industri, hingga quality control kendaraan Hyundai.

Tujuan Kunjungan Industri Otomotif

  • Mengenal dunia industri otomotif secara nyata
  • Menambah wawasan teknologi kendaraan modern
  • Membangun sikap disiplin dan profesionalisme kerja
  • Menyelaraskan pembelajaran SMK dengan kebutuhan industri

Guru Pendamping Kegiatan

  • Bapak Imam Saputra
  • Ibu Yosi Marenda
  • Ibu Eni Marlina
  • Bapak Ary Junaya
  • Bapak Yusriadi

Dokumentasi Kegiatan Kunjungan Industri

Testimoni Siswa

“Saya jadi lebih memahami bagaimana teknologi otomotif diterapkan langsung di industri. Ini memotivasi saya untuk lebih serius belajar TKR.”
— Rassa Wibyan, Kelas XII TKR

Dampak dan Manfaat bagi Siswa

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa, baik dari sisi pengetahuan teknis maupun mental kesiapan kerja. Siswa memahami bahwa dunia industri menuntut kompetensi, disiplin, dan kerja tim.

Prospek Lulusan Otomotif SMK Amal Bakti

  • Teknisi bengkel kendaraan
  • Mekanik otomotif
  • Wirausaha bengkel
  • Melanjutkan pendidikan otomotif

Penutup

Melalui pembelajaran praktik, fasilitas bengkel, dan kunjungan industri, SMK Amal Bakti terus berupaya mencetak lulusan TKR yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di dunia industri otomotif.

Peralatan dan Fasilitas Bengkel Otomotif SMK Amal Bakti

Peralatan bengkel merupakan jantung dari pembelajaran otomotif di SMK. Di SMK Amal Bakti, fasilitas bengkel dirancang untuk mendekati standar industri agar siswa terbiasa dengan lingkungan kerja nyata.

Peralatan dasar seperti jangka sorong, multimeter, dial gauge, dan torque wrench digunakan siswa untuk melatih ketelitian dan ketepatan kerja. Siswa tidak hanya diajarkan cara menggunakan alat, tetapi juga membaca hasil pengukuran secara akurat sesuai SOP otomotif.

Selain alat manual, bengkel otomotif juga dilengkapi dengan trainer sistem kendaraan, engine stand, dan scanner OBD. Peralatan ini membantu siswa memahami sistem elektronik kendaraan modern yang semakin kompleks.

Dengan fasilitas tersebut, siswa TKR tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menganalisis kerusakan, melakukan perbaikan, serta menyusun laporan pekerjaan seperti di bengkel profesional.


Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Bengkel Otomotif

Keselamatan kerja merupakan kompetensi wajib dalam dunia otomotif. Siswa SMK harus memahami bahwa pekerjaan bengkel memiliki risiko tinggi jika tidak mengikuti prosedur keselamatan.

Pembelajaran K3 otomotif di SMK Amal Bakti mencakup penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) seperti sarung tangan, sepatu safety, kacamata kerja, dan wearpack.

Selain APD, siswa juga dilatih memahami SOP bengkel:

  • Penempatan alat kerja yang aman
  • Penanganan bahan mudah terbakar
  • Penggunaan dongkrak dan lift kendaraan
  • Manajemen kebersihan area kerja

Budaya K3 ini menjadi bekal penting bagi siswa ketika memasuki dunia industri, karena perusahaan otomotif sangat menekankan keselamatan sebagai prioritas utama.


Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning / PjBL)

Salah satu metode unggulan dalam pembelajaran otomotif SMK adalah Project Based Learning (PjBL). Metode ini menuntut siswa menyelesaikan proyek nyata secara berkelompok maupun individu.

Contoh proyek otomotif yang diterapkan:

  • Servis berkala kendaraan pelanggan simulasi
  • Pemeriksaan sistem rem dan kemudi
  • Diagnosis kerusakan mesin
  • Penyusunan laporan servis profesional

Melalui PjBL, siswa belajar:

  • Kerja tim
  • Komunikasi teknis
  • Tanggung jawab pekerjaan
  • Manajemen waktu bengkel

Model ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri siswa dan kesiapan kerja setelah lulus.


Peran Guru Produktif dalam Pembelajaran Otomotif

Guru produktif otomotif memiliki peran strategis sebagai fasilitator, pembimbing, dan penghubung antara sekolah dan industri.

Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga:

  • Menyusun jobsheet praktik
  • Mengawasi standar kerja siswa
  • Mengintegrasikan teknologi terbaru
  • Menanamkan etos kerja industri

Di SMK Amal Bakti, guru produktif terus melakukan pembaruan kompetensi melalui pelatihan, workshop, dan kolaborasi dengan dunia industri otomotif.


Hubungan SMK dan Dunia Industri Otomotif

Keterkaitan antara SMK dan industri otomotif dikenal dengan konsep link and match. Tujuannya agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Bentuk kerja sama tersebut meliputi:

  • Kunjungan industri
  • Praktik Kerja Lapangan (PKL)
  • Penyelarasan kurikulum
  • Rekrutmen lulusan

Kunjungan industri ke PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia menjadi contoh nyata bagaimana siswa dikenalkan langsung pada proses produksi kendaraan modern.


Tantangan dan Peluang Lulusan Otomotif di Era Digital

Industri otomotif saat ini mengalami transformasi besar dengan hadirnya kendaraan listrik, hybrid, dan sistem berbasis komputer.

Lulusan otomotif SMK dituntut untuk:

  • Menguasai sistem elektronik kendaraan
  • Memahami sensor dan aktuator
  • Mampu membaca data diagnostik
  • Siap belajar teknologi baru

Di sisi lain, peluang kerja otomotif semakin luas, baik sebagai teknisi, wirausahawan bengkel, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.


Kesimpulan Akhir

Melalui pembelajaran praktik, fasilitas bengkel, metode PjBL, serta kerja sama industri, SMK Amal Bakti terus berkomitmen mencetak lulusan otomotif yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan industri kendaraan modern.

© 2025 SMK Amal Bakti Jatimulyo | Dipublikasikan oleh Infodesk234

Posting Komentar

0 Komentar